[Fanfic] Lost In Seoul Part 2

 Preview Part 1:

Bagian pertama, dimulai dengan si tokoh utama aku (unique) menginjak kan kaki nya dibandara internasional Incheon, unique yang selama ini sangat memimpikan berada dikorea akhir nya benar-benar tiba di negara ginseng tersebut. Bermodalkan sedikit uang, ia nekat pergi kenegara ginseng itu sendirian. Dan disana lah ia, sedang mengagumi keindahan bandara Incheon, yang katanya dinobatkan sebagai bandara terbaik didunia itu. Namun saat beranjak pergi, ia bertabrakan dengan seseorang yang memakai masker, sedikit terjadi kejanggalan dimana unique berusaha memberitahu maksud nya kepada orang bermasker itu, tapi si masker itu bahkan tidak memperlihatkan respect kepada unique dan melangkah pergi. Dari sini lah kita mulai Fanfic Lost in Seoul Part 2, dengan segala kejadian yang menimpa unique. Penasaran? Oke kita lanjutkan fanfic Lost In Seoul Part 2. ^^


Cast:

Unique
Kim Jaejoong
U-Know Yunho
Yoon Shi Yoon

LOST IN SEOUL Part 2

Selepas kepergian orang bermasker itu, aku melangkahkan berbalik arah, lalu berjalan santai sambil mengakses GPS berusaha menemukan penginapan terdekat tapi murah. Akhirnya setelah surfing beberapa lama, aku menemukan sebuah motel (yeogwon) di tengah  kota yang cukup murah, sekitar 30.000 KRW satu malam (kalau dikalikan dengan rupiah, 1 KRW = Rp. 8, jadi 30.000 x 8 = Rp. 240.000 untuk satu malam.),  Aku segera beranjak ketempat yang dituju, dengan harapan motel itu benar-benar murah.

Dipersimpangan jalan, tiba-tiba aku melihat kembali orang bermasker itu berada hanya dalam jarak beberapa meter didepanku , “Hoo..?” Aku melongo karena aku yakin betul sebelum nya kami melangkah berlawanan arah. “Whoa... ternyata jalanan disini punya banyak cabang.” Ujarku dalam hati. “Baguslah, aku rasa aku tidak akan tersesat disini.” Aku mengoceh sendiri sambil memperhatikan orang itu. Tidak beberapa lama, Sebuah mobil datang dan ia masuk kedalam mobil, sebelum masuk, ia sempat menoleh kearahku, aku melambaikan tangan (sok kenal.. kekeke) dan seperti diawal pertemuan kami, ia masuk kedalam mobil itu tanpa bergeming. Aku menerima penolakan kedua dinegeri yang sangat asing ini dan hebatnya dari orang yang sama. sedikit kikuk, aku bersiul-siul sendiri tanpa memperhatikan orang-orang yang berjalan. Sepertinya juga mereka tidak memperhatikan aku sehingga aku bebas untuk apa saja karna tidak ada yang mengenalku.


Masih bermodalkan GPS ditangan, akhirnya aku sampai ke motel itu. Diluar dugaan, ternyata motel itu benar-benar "murah". Aku kaget sendiri melihat pergaulan dan sistem motel yang sedikit ‘diluar standar’ menurutku. Tapi, mengingat, menimbang (murah nya itu looh..hehe.) akhirnya aku memutuskan tetap bertahan dimotel itu setidaknya hingga aku tahu apa yang akan aku lakukan pertama kali dinegri ini. Lagi pula hari sudah sedikit malam dan aku tidak berani berjalan diluar sendirian. Setelah mandi, makan dan istirahat, aku membuka isi tas ku dan mengambil note harianku. Sebelum aku berangkat kesini, aku sudah membuat daftar keinginanku tentang apa2 saja yang akan aku lakukan disini. Berikut daftar tujuanku:

- Jeju Island. sedikit catatanku, , aku tidak yakin apakah aku bisa mengunjungi tempat ini karena persediaanku yang terbatas. Tapi karena tempat ini sangat bagus seperti yang ku lihat didrama2, aku memutuskan tetep memasukkannya kedaftar keinginan ku, tapi aku rasa aku tidak menyesal walaupun akhirnya tidak jadi melihat surga nya korea ini. ^^

- Busan. Oh well.. aku suka logat busan....  ini lah yang mendasariku ingin pergi kebusan, aku juga ingin melihat pantai busan seperti yang kulihat di drama.

- Menyicipi semua masakan khas korea, tapi aku sedikit khawatir dengan ini. Maklum saja sedikit keyakinan yang berbeda bisa berakibat fatal kalau kita tidak hati2, bukan? Tapi aku sudah menyiapkan jurus jitu seperti yang aku dapat dari internet, “Dweji gogi pego juseyo (tolong jangan pakai babi!). Siip kan??^^

- Ngelihat Hongdae, Mary stayed out all night mengispirasiku akan keramaian dan keindahan hongdae saat malam hari. Aku harus pergi ketempat itu suatu waktu.

- Pergi ke Noraebang, Hmm.. yang ini aku juga tidak yakin, tapi aku harus menemukan teman korea terlebih dahulu. Unique hwaiting^^

- Naek bus rahasia nya jeremy.. Ow..ow... yang ini entah penting atau tidak, tapi aku rasa aku harus mencobanya.. ^^

Masih banyak lagi daftar keingian yang aku buat, aku tersenyum sendiri melihat rentetan daftar juga catatan-catatanku  dalam dasftar keinginan itu. entah akan terealisasi atau tidak. Aku lelah, sepertinya tidur sedikit dulu lebih baik. Oh, aku ingin blogging dulu, segera ku buka laptop kesayangan ku dan ku bagikan isi hati dan pengalamanku saat awal tiba kenegri ginseng ini.


*Pagi Hari

Aku bangun terlambat dari biasanya saat aku di indonesia, pukul 08:00 waktu korea, Aigoo... aku tidak pernah bangun selambat ini sebelumnya. Melihat jam ditangan, aku terbirit-birit kekamar mandi, Tapi selesai mandi, aku menjadi sangat bingung karena walaupun begitu banyak daftar keinginan yang aku buat, aku tidak tahu hendak mendahulukan yang mana. Akhirnya, aku memilih berjalan-jalan disekitar motel, melihat keadaan sekitar seharian sambil mengabadikannya melalui kameraku. Lalu memosting nya di blog.

Hari ketiga, aku mulai jenuh dengan hanya berkeliling saja, dan karena biaya pun semakin menunggak, aku mulai berfikir untuk mencari sewaan lain yang lebih murah, dan pilihanku jatuh ke tepi kota dan kalau bisa aku ingin menyewa dirumah keluarga agar niat ku yang sebenarnya datang kekota ini pun tercapai. Aku check out dari motel, dan mulai menyusuri jalanan seorang diri. Seperti anak ayam kehilangan induk, aku terlunta-luta di jalanan, namun dengan style ku yang seperti petualang ini, menurutku tidak ada yang akan memperhatikanku dua kali. Aku bertanya kesana kesini dengan bahasa korea yang seadanya, ditambah campuran bahasa inggris yang amburadul, membuatku semakin sulit berkomunikasi dengan orang-orang sekitar. Setelah mengalami rasanya hidup dijalanan pinggir kota Seoul semalaman, hari kelima barulah aku bisa menemukan rumah keluarga yang sedikit bisa bahasa inggris, dan membantuku berusaha membantuku menemukan sewaan murah, untuk sementara aku tinggal dirumahnya dan membantu-bantu mengurus kambing-kambing peliharaan keluarga tersebut. (aku beritahu kau satu rahasia, jika teman-temanku diindonesia melihatku melakukan ini, dengan sekejap aku akan menjadi trending topic di twitter mengalahkan justin bieber ataupun heechul super junior. Singkat kata, ini menyedihkan... atau lebih tepatnya lagi, ini memalukan!! hahaha... -unique ketawa sndiri ngetik bagian yang ini-) Tapi tenang saja, karena aku berada sangat terasing dan tidak satupun mengenalku, aku bisa dengan tenang melakukan apapun dan tidak ada yang akan memonitor gerak gerikku.

Akhirnya aku mememukan ada yang menerimaku dengan baik di Seoul, walaupun hanya seekor KAMBING!. (wkwkwkwk)

Hari-hariku berlanjut dengan mengurusi kambing keluarga Jung (nama keluarga yang aku tumpangi). Entah bau apek kambing yang telah merasuki otakku, atau karena hal lain, sementara aku benar-benar melupakan daftar keinginanku selama berada dikorea.  Hingga tidak terasa setelah seminggu berada di keluarga Jung, aku mendapat kabar baik ada sebuah rumah dipinggir kota yang menyediakan sewaan, hanya dihuni oleh seorang nenek dan cucu nya pulang hanya pada event2 tertentu. Sedikit hawa lega, aku terlepas dari cengkraman bau apek kambing, namun sedikit khawatir juga aku akan kembali terjerumus ke dalam dunia yang sama, yaitu cengkraman bau balsem. Ahahhaa.. It’s not problem after all, yang penting aku masih tetap dikorea.

Memasuki minggu pertama di korea, akhir nya aku meninggalkan keluarga Jung, setelah take photo, anak pertama keluarga Jung yang saat itu masih kelas 2 di sekolah menengah atas menawarkan ingin mengantarku. Karena keluarga Jung sangat baik padaku, Aku tidak berpikir apa-apa tentang hal lain dan lansung menerima begitu saja. Naas menimpa, ternyata anak pertama keluarga Jung ini tidak sekalem dan selembut yang aku kira. Dipertengahan jalan, serombongan pelajar kurang ajar mencegat kami, dan ternyata dikepalai oleh anak pertama dari keluarga Jung itu. Aku kaget, tidak pernah menyangka hal ini sebelumnya. Mereka ingin merampok barang-barangku, dan jelas saja siapa yang tidak terima. Aku sudah mengancang-ancang mengambil plan B ala Rain : Lari mode = on, Tapi tuhan menolongku. Seseorang datang dan menghajar para pelajar kurang ajar itu. Aku merasa seolah-olah dialam drama, teringat oleh ku sang tokoh utama menghajar para penjahat tanpa ba..bi..bu... dan si wanita pemeran utama memperhatikan sang tokoh utama dengan takjub. (So Swet.......ckckckck)

“Brukkk...” sebuah benda melayang keras kearahku. Aku terbanting jatuh. Ternyata salah seorang pelajar kurang ajar itu mendarat jatuh tepat diarahku. Susah payah aku berusaha bangun, pelajar kurang ajar itu sepertinya pingsan oleh pukulan sang penyelamatku itu. Eh.. tapi tunggu dulu, bukan kah aku pernah melihat wajah orang itu?? Hingga sebuah suara memastikan semuanya. Aku tidak tahu apa arti sebenarnya (karna aku tidak bisa berbahasa korea dengan baik), tapi setelah sedikit2 belajar di keluarga Jung, aku bisa mengartikan ucapan itu “Jangan pernah macam-macam didaerah ku. Jika kalian lupa, ingat saja namaku Kim Tak Goo, Bukan berarti aku bagus bermain tenis, Tak berarti penyelamat dan Goo berarti tinggi. Jadi ingat namaku sebelum kalian memasuki wilayah ini!!!.”

“OMO..... KIM TAK GOO??? Apa aku sedang berada didunia mimpi?? Ini nyata atau nyata?? Kim Tak Goo??” Aku terbelalak melihat orang yang ada didepanku itu. “Tidak salah lagi, dia Yoon Shi Yoon” batinku..

Seketika aku merasa pusing......

Kenapa yoon shi yoon muncul memakai nama kim tak goo??? Temukan jawabannya di Fanfic Lost in Soul part 3

Bersambung..!!!

0 komentar:

Posting Komentar

Annyeonghaseyo^^


Silakan copy + paste konten-konten didalam blog ini, Tapi harap cantumkan nama / link blog ini didalam paste an nya ya.. Unique bakal makasih banget kalo nama / link dalam blog ini juga diikutsertakan dalam copy+pasteannya. Gomawoyo ^_^

Pengikut:

KPOP

ARCHIVE

Korean drama lovers. - Unique -. Diberdayakan oleh Blogger.