Sinopsis Drama Korea: Paradise Ranch Episode 3 Part 2

Ahjussi pemilik barley memanggil Dong Joo, walaupun malas.. Dong Joo terpaksa mengikut. Dong Joo ditugaskan meratakan barley yang dijemur, Dong Joo bekerja dibantu oleh Jong Dae, warga dan juga tetangga Da Ji. Dong Joo sempat bertanya kenapa Da Ji tidak jadi kuliah keluar negri, Belum sempat menjawab, Da Ji datang bersama Ahjumma. Ahjumma itu menyindir Dong Joo tetapi dengan cepat Da Ji mengalihkan perhatian, bertanya siapa yang akan mengantar ahjumma itu kepasar. Ahjussi keluar dari gudang dan menyuruh Jong Dae mengantar. Selepas kepergian Da Ji dan Ahjumma itu, ia memberikan instruksi pada Dong Joo agar segera mengangkat jemuran barley sebelum pukul 4 sore, jika turun hujan, Karung-karung barley itu harus dipindahkan ketempat yang aman. Ahjussi meninggalkan Dong Joo yang masih kebingungan.
"Banyak sekali hal yang harus dilakukan.. Aku harus bagaimana?? Arrghh...." Dong Joo mengeluh kesal. Ia menutupi mukanya sendiri.

Disebuah kantor,, Park Jin Young (Teman wanita Dong Joo yang menemaninya sewaktu membeli kuda di australia) berjalan santai memasuki ruangannya. Walaupun menyapa dengan ramah, rekan-rekan sekantornya menatapnya dengan pandangan aneh. Sampai dimejanya, barulah ia menemukan jawabannya. Teman di meja sebelahnya berkata mereka mendapat masalah karena Prince Hotel tidak mau bekerja sama dengan mereka. Jin Young lansung menemui direkturnya. Ia bertanya apakah ini perbuatan Seol In?. Direkturnya membenarkan dan menjelaskan keadaannya. Jin Young terdiam dalam kagetnya.

 



Orang tua Dong Joo mengadakan pertemuan, seperti yang kita tahu sebelumnya, Ibu Dong Joo menuntut harta kesejahteraan dari sang ayah. (Hahaha... bener2 lucu liat ayah Dong Joo yang kelabakan menghadapi istrinya itu). Ayah Dong Joo mengancam ingin bercerai. Istrinya itu menanggapi cuek, ia senang-senang saja diceraikan, dan gantinya ayah mertuanya (Kakek Dong Joo) akan menyiksa sang suami hingga mati "Wa...wa...wa... Kau benar-benar setan..." jerit Ayah Dong Joo, ia jatuh pingsan karena shock. Sementara istrinya hanya melirik dengan cuek sambil meminum tehnya. (Hahaha.. saranghaeyo Omunyi... nomu nomu chuae...^^).



Hujan deras mengguyur area itu. Di dalam tendanya, Dong Joo sedang berusaha menempelkan koyok ke bagian bahunya. Karna sendirian, ia melakukannya dengan cara yang unik, meletakkan koyok dilantai lalu berbaring dan menempelkan dirinya ke koyok itu. Dari luar Da Ji memanggilnya dan menawarkan obat-obatan. Dong Joo mengira Da Ji hanya bermaksud mengolok-oloknya, tetapi hatinya melunak saat Da Ji mengatakan ia khawatir pada Dong Joo. Dong Joo menyuruhnya masuk karena hujan amat lebat, dan...... tiba-tiba saja Dong Joo berlari kearah gudang. Didalam gudang Jong Dae sibuk menutupi jendela yang menjadi celah masuknya hujan. Ahjussi sedang menatap barleynya yang basah dengan muka kosong.
"Mungkin kita bisa mengeringkannya." Da Ji mencoba menenangkan ketegangan mereka.
"Kau pikir dengan mengeringkannya barley ini masih bisa digunakan?" Ahjussi itu bertanya dengan muka garang.





Dong Joo merasa bersalah didalam hatinya. Ia berkata akan mengganti barley2 itu. Ahjussi tersebut masih marah dengan keadaan barleynya berkata bahwa Dong Joo tidak akan mendapatkan biji gandum sebaik yang dimilikinya. Dong Joo bersikeras ia akan dapat. Diluar rumah ia menelpon asistennya, menyuruh agar disiapkan 200 karung barley terbaik, asistennya protes karena ini sudah larut malam tapi Dong Joo menutup telponnya begitu saja. Da Ji menanyakan apakah ia akan mendapatkan barley itu, Dong Joo mengiyakan dan meminta tidak perlu ikut campur, ia cukup berkosentrasi pada surat persetujuan saja.


Dong Joo kembali ketenda nya dalam keadaan basah kuyup, tetapi tenda nya pun tidak dalam keadaan baik. (goyang2 karena angin). Akhirnya Da Ji menawarkan tinggal dirumahnya. Dong Joo tidak punya pilihan selain masuk kedalam rumah Da Ji.


Perlawanan keras datang dari Da Eun yang memang tidak suka dengan keberadaan Dong Joo. Susah payah Da Ji membujuknya, Da Eun akhirnya luluh juga.

 

Rupanya Da Ji masih ingat dengan kebiasaan Dong Joo yang tidak suka handuk kasar, ia datang membawakan obat dan handuk lembut, diletakkannya didepan pintu. Sebelum pergi Da Ji sempat berkata agar Dong Joo meminta maaf padanya tentang ucapan Dong Joo tadi siang (Dong Joo berkata Da Ji itu bodoh dan dengan mudahnya diperalat pria). Da Ji mengakui dirinya bodoh, tetapi dia bukanlah penggoda, ia bahkan belum pernah berkencan dengan pria sebelumnya. Didalam Dong Joo bergumam "Aku yakin tidak ada laki-laki yang menyukaimu", tapi Da Ji tidak mendengar dan melanjutkan ucapannya, agar Dong Joo meminta maaf padanya.


Dong Joo berjalan dengan wajah kusut kekamar mandi. Ia berpapasan dengan Da Ji yang habis mandi, Da Ji berlalu setelah berkata akan menyiapkan sarapan. Sambil buang air kecil, Dong Joo berlatih perkataan apa yang bagus nya ia ucapkan untuk meminta maaf pada Da Ji. Tiba-tiba saja Da Eun menyelonong masuk kekamar mandi dengan wajah kucai. Dong Joo terperanjat kaget, tetapi Da Eun sepertinya belum sadar sepenuhnya, tanpa merubah ekspresinya ia menutup pintu kamar mandi itu. Sial Dong Joo belum lepas, karna terkaget2 ia menyentuh kencingnya sendiri. "Aiishhh...." Dong Joo mengeluh kesal dan juga jijik setelah membaui tangannya.

Suasana kikuk dan canggung mewarnai ketiganya dimeja makan. Da Ji berusaha berbaik-baik pada adiknya, tetapi akhirnya harus mengalah pada kejutekan adiknya itu. Imbasnya tentu saja Dong Joo, ia harus makan dengan biaya yang berpuluh kali lipat dirumah mereka, (Jadi inget scene di My Princess, Lee Seol ngasih harga yang super duper mahal bahkan cuman buat sarapan ke Park Hae Young, kekekke). Dong Joo tidak dapat berbuat apa-apa selain mengikuti permintaan mantan adik iparnya itu.

Da Ji mendapat telpon dari YunHo. Gara-gara Da Ji jawab sambil bisik-bisik, YunHo menggoda Da Ji yang bikin Da Ji kesemsem malu-malu. YunHo nanya apa Da Ji sudah sarapan apa belum, dijawab Da Ji sudah. Sementara Dong Joo memperhatikan dengan muka jengkel. Sehabis telpon, Dong Joo yang kesal mengejek Da Ji, dibalas oleh Da Ji, percekcokan mereka masih berlansung selesai makan. Dan akhirnya dua pasangan aneh itu pergi kearah berlawanan dengan muka kesal.

Da Ji pergi kekantor YunHo. Kembali Yunho menggoda Da Ji dengan kata-kata yang bikin Da Ji tersipu. YunHo berkata Da Ji telah banyak membantunya, Da Ji juga mengatakan YunHo banyak membantunya sejak di Australia hingga sekarang. Yunho sempat tertegun saat Da Ji mengatakan bahwa Yunho selalu mengkalkulasikan bantuan darinya dengan uang, ia ingin membantu Yunho sebagai seorang teman.

Dong Joo mendapat laporan dari asistennya, Barley yang dibutuhkan Ahjussi telah sampai. Asisten itu sempat protes kenapa mereka melakukan hal-hal diluar pekerjaan kantor. Dijawab dengan omelan Dong Joo. Sebuah telpon dari Da Ji memutuskan percakapan mereka. Dong Joo pergi ketempat dimana Da Ji sedang bersusah payah membujuk Ahjussi Yang untuk menandatangani surat persetujuan tanah. Setiap kali Da Ji menyodorkan satu kertas, Ahjussi Yang memotong kertas itu menjadi dua bagian, ditambah dengan mengomeli Da Ji yang seakan seperti orang bodoh, melakukan hal-hal seperti ini untuk mantan suaminya. Akhirnya Dong Joo panas sendiri dan membawa Da Ji pergi dari tempat itu.

Sampai kemobil, Da Ji dan Dong Joo bertengkar lagi. Dong Joo mengatakan ia tidak menginginkan surat persetujuan dengan cara seperti ini (mengemis). Da Ji berkata ia tidak peduli harga dirinya, ia hanya membantu Dong Joo mendapatkan surat persetujuan sesuai kesepakatan mereka. Telpon Dong Joo berdering. Masalah lain pun timbul.

Ahjussi merobek karung barley untuk mengecek barley itu, Seperti yang tergambar pada raut wajahnya “Tidak ada yang bisa dilakukan dengan ini” sahutnya kemudian. Dong Joo protes karna barley itu lebih mahal dari pada barley yang dihasilkan Ahjussi itu sendiri, Ahjussi itu berkata karena kadar protein nya yang tinggilah mengapa barley ini tidak bisa digunakan untuk membuat bir. “Kau pikir Uang bisa membeli orang?, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.” Ucap ahjussi itu sebelum pergi.

“Bukankah aku sudah bilang padamu,.. Aku akan meminta lagi, tapi kau minta maaf dulu.” Kata Da Ji. Dong Joo melotot kearahnya. “Kenapa aku harus minta maaf?”
“Jika tidak begitu, kita tidak akan dapat surat persetujuan itu.”
“Itu tanggung jawabmu, Aku pikir kau bisa menyelesaikan semua hal dengan uang... Hummph, aku melakukan apapun yang aku bisa. (didnt pound the money).. Kau pikir kau sudah benar?” Dong Joo berlalu dari tempat itu, diiringi tatapan kasihan Da Ji.

Ibu Dong Joo sedang duduk sambil membaca buku, terkejut melihat Ayah Da Ji. Ayah Da Ji berkata ia berkerja disana, Ibu Dong Joo menanyakan kabar Da Ji dan juga Da Eun. Lalu mereka berbincang dengan akrabnya, Sialnya, hal itu diketahui oleh ayah Dong Joo. Tiba-tiba seorang karyawan disamping Ayah Dong Joo melihat Ayah Da Ji, lalu memperkenalkan ayah Da Ji sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap project peternakan mereka. Hal ini ditanggapi dingin oleh ayah Dong Joo, malah ia berkata pada istrinya “Jadi ini laki-laki yang ingin kau temui?”

“Karena kau hidup seperti itu, kau mengira semua laki-laki sama denganmu.”jawab Ibu Dong Joo.
“Apa?”
“Oppa.. Aku akan menghubungimu lagi.” Ibu Dong Joo berkata pada ayah Da Ji, sepertinya ia sengaja menggunakan kata “Oppa” untuk membuat ayah Dong Joo panas, dan benar saja... Ayah Dong Joo mengomel selepas kepergian sang istri.

Dong Joo minum di resortnya dan mengomel atas kesulitan-kesulitan yang ia dapatkan. HP nya berbunyi, dengan kesal batrai HP itu dicopotnya dan ia membantingkan dirinya dikasur. Sementara Asistennya menjemput pakaiannya kerumah Da Ji. Asisten Dong Joo menyalahkan Da Ji yang tidak seharusnya menempatkan Dong Joo pada situasi sulit seperti sekarang ini, padahal mereka dulunya adalah teman sekelas. (Hoho.. Sepertinya si asisten belum tahu ada apa dibalik mereka....ckckc). Da Ji merasa bersalah.

Jin Young mendatangi resort milik Dong Joo. Saat menanyakan keberadaan Dong Joo, karena Dong Joo tidak bisa dihubungi pada petugas disana, ia melihat Yunho berbincang dengan asistennya. “Hemh.. Aku pikir itu akan hilang setelah aku lupa, tapi ternyata aku tidak melupakannya.” Keluhnya sendiri.

Da Ji menelpon Dong Joo untuk mengajak minum. Dong Joo awalnya tidak mau keluar, tapi saat Da Ji mengatakan ia mendapatkan surat persetujuan Dong Joo lansung mau. Ternyata Da Ji hanya menandatangani surat itu sendiri, ia juga termasuk dari 15 orang yang harus memberi surat persetujuan. Haha.. Dong Joo ditipu. Da Ji minum hingga mabuk dan berterima kasih pada dong Joo. Akhirnya barulah Dong Joo terbuka dan mengatakan dirinya senang bertemu Da Ji, tetapi Da Ji malah mengacuhkannya. Da Ji meminta maaf untuk itu. “Kau jauh lebih tampan dari sebelumnya, tapi bukan ketampananmu yang membuat aku menyukaimu.” Ucapan Da Ji sedikit membuat Dong Joo kikuk, tapi Da Ji keburu tidak bangun lagi. Ia mabuk berat.

Paginya Da Ji bangun, dan ingat kejadian semalam yang dialaminya... Aha.. Da Ji menggigit bantalnya karena malu, apalagi ia sempat mencium Dong Joo. Dong Joo keluar dari kamar mandi, mengancam Da JI agar tidak lagi melakukan hal itu. Da Ji hanya menyengir malu. Jin Young menelponnya, tiba-tiba ekspresi Dong Joo berubah kaget dan berlari menjauhi Da Ji. “Kenapa dia buru-buru seperti itu?” Tanya Da Ji heran.

Teman Da Eun sibuk memotret ... yang sedang mengupas bawang. Da Eun memperhatikan dengan heran, Da Eun tidak habis pikir kenapa.... justru menjadi laki-laki ideal temannya itu. .... menjadi kikuk sendiri. Obrolan mereka beralih ke Da Ji dan Dong Joo, yang berakibat ke kemarahan Da Eun.Da Eun tidak terima Da Ji dan Dong Joo disebut ‘couple’ karena mereka telah berpisah lama.


Dikantornya, Dong Joo dikagetkan oleh Jin Young, yang ternyata menjadi designer untuk proyek resortnya itu. Tidak jauh dari mereka, Da Ji sedang memperhatikan Yunho menunggangi kuda dengan takjub. Yunho menghampiri Da Ji.
“Wah.. ini pertama kalinya aku melihatmu menunggang kuda, kau sangat piawai”
“AH...Karna aku ingin melihat kudaku... Hm Sebenarnya aku ingin melihat Da Ji, Mood ku hari ini tidak terlalu bagus, selama aku melihatmu, aku akan tersenyum lagi.”
“ahjussi.. Kau ingin aku membuatmu senang?” Da Ji berbinar. Ia lalu mengajak Yunho kesuatu tempat.

Da Ji mengajak Yun Ho kesebuah pohon ditengah-tengah bukit. Ia menamain pohon itu sebagai destination of heart. Saat ia dipohon itu, hatinya akan terasa hangat dan ia bisa tersenyum kembali. “Pohon ini sangat cantik, secantik seseorang.” Kata YunHo. Da Ji tersipu, “Ahjussi ini benar-benar playboy” ucapnya malu. “Kalau begitu kau adalah Playgirl” kata Yunho.

“Ahjussi.. Saat kau berbicara non formal seperti itu, aku merasa lebih dekat denganmu, mulai sekarang mari berbicara seperti ini saja.”
“Ahh..? Baiklah kalau begitu.”

Keduanya tersenyum simpul.

Da Ji dan Yunho yang berjalan berpapasan dengan Jin Young dan Dong Joo. Kepanikan melanda Da Ji. Tapi Yunho malah berjalan kearah mereka.
“Aku dengar kau menangani project resort ini.”kata Yunho pada JinYoung
“Ah.. Kau tidak menelponku... Kita tidak bertemu hampir setahun ini.”
“Tidak juga.. Aku melihatmu diaustralia.”
Semua orang terkejut. Hingga JinYoung melihat Da Ji. “Ini siapa?” tanyanya pada Yunho.
“Aku... Menyukai orang ini.” Jawab Yunho. Da Ji ternganga mendengarnya.

Sementara Dong Joo membelalak kaget.

Bersambung....

0 komentar:

Posting Komentar

Annyeonghaseyo^^


Silakan copy + paste konten-konten didalam blog ini, Tapi harap cantumkan nama / link blog ini didalam paste an nya ya.. Unique bakal makasih banget kalo nama / link dalam blog ini juga diikutsertakan dalam copy+pasteannya. Gomawoyo ^_^

Pengikut: