[Fanfic] Lost In Seoul Part 5


Cast:
Unique
Kim Jae Joong
U-Know Yunho
Yoon Shi Yoon


 "Ahjussi........."

Kedua orang bermasker itu menoleh kearahku, menatap dengan pandangan aneh. Sepasang mata menatap dengan raut heran, sepasang mata lainnya kurang lebih sama, tapi dapat ku tangkap sinyal tidak suka akan kehadiranku dikedua mata itu. Dan mata itu berasal dari mata Ahjussi yang mengajakku mabuk semalam. (Ya, aku hapal bentuk mata itu, indah.. namun menyiratkan ruang dalam tak berujung...) Mungkin aku telah mengganggu acara bertengkar, tapi bodo amat... Aku tetap melangkah menghampiri mereka.

"Ahjussi deul...Apa yang kalian lakukan disini?" tanyaku sok ramah..
"Yah.... Aku baru 25 tahun!" Ahjussi itu menimpali ucapanku.
"Aku juga....Aku baru 25 tahun 3 bulan." Ahjussi yang lain menimpali.
"Eehh...? Arasso... Oppa deul, apa yang kalian lakukan disini?" Aku sengaja mengganti kata 'Ahhjussi' menjadi 'Oppa' dengan harapan sambutan yang lebih baik, tapi nyatanya tidak lebih baik,,  mereka berbarengan membentakku, "Jangan Sok Kenal!!"



Aku kaget mendengar bentakan itu. "Arasso...." sahutku lemas. aku membuat gerakan seolah2 mengunci mulut dan surut-surut pelan2 dari hadapan mereka. Bukannya pergi, kebiasaan buruk menguping pembicaraan orang seketika kumat lagi. (Kekeke..).

Mereka sepertinya sudah lupa keberadaanku. dan melanjutkan percakapan mereka...
"Sekarang maumu apa?"
"Aku hanya ingin keadilan."
"Keadilan? Yang aku tahu sekarang kau menyusahkan semua orang."
"Aku tahu.... Tapi keputusanku telah bulat,aku harap kau juga mampu berpikir dari sudut pandangku, juga teman-teman kita yang lain."
"Apa kau tidak ingat sajangnim telah berbuat begitu banyak pada kita?"
"Kalau kau bicara tentang balas budi, tidak ada yang perlu kita risaukan.. Ia semata2 hanya menginginkan uang, bukan kita.."
"Tapi ini berlebihan, kita menjaga semuanya dengan susah payah bertahun-tahun, kau ingin menghancurkannya sekarang?"
"Sama sekali tidak, selama kau di New York, aku dan teman2 telah berulangkali membuat perundingan, tapi gagal total!. Hanya ini satu-satunya cara yang aku punya."
"uri maknae saat ini sangat tertekan, ia jarang berbicara bahkan denganku, Aku tidak tahu harus berbuat apa sekarang...."
Ahjussi pemilik mata indah itu terdiam, Ia menghela napas panjang, Sesaat ia melanjutkan ucapannya "kalian bisa bergabung dengan kami jika kalian sudah menyadari apa maksud kami, Aku pergi dulu."

Ia melangkah pergi. aku masih mengamati gerak-gerik mereka dengan cermat, "Sajangnim? Hancur? Uri maknae???" kata demi kata itu betebaran dikepalaku. Entah apa yang sedang mereka bicarakan.

"Bagaimana dengan ku?" TIba-tiba Ahjussi yang ditinggalkan berteriak kearah Ahjussi pemilik mata indah itu. Ahjussi itu berhenti.
"Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak pikirkan perasaanku?"
"Aku memikirkan perasaan semua orang.... Aku lebih menderita dari apa yang kau bayangkan!"
"Kau tidak memikirkan perasaanku... Joongiessi.. Aku menyukaimu. Saranghanda..."

Aku membekap mulutku yang hampir saja terpekik kaget mendengar pengakuan itu. Aku melihat ahjussi pemilik mata indah itu tertegun, mata indah itu membelalak, seakan ia tidak percaya apa yang baru saja didengarnya. Ku alihkan pandangan kearah ahjussi yang lain, ia berjalan pergi kearah yang berlawanan... ia berjalan makin cepat.... lalu lari sekencang-kencangnya. Ia berbelok dan menghilang disudut jalan itu.

Dengan takut-takut aku berjalan kearah ahjussi yang masih berada didekatku, aku lihat matanya memerah... Jelas ia menangis.. Dalam hati ingin aku menyapa dan berkata "Gwenchana...." tapi aku tidak berani. Aku hanya berdiri disampingnya, menatap dengan perasaan resah.

Beberapa menit berlalu.. Kami masih terpaku disana. Hingga ia menoleh kearahku, ekspresinya yang penuh kesedihan, berubah kaget juga marah. Tanpa berkata apa-apa ia berjalan pergi. Entah dasar apa, sekenanya saja aku mengikuti langkahnya... baru beberapa langkah, ia berhenti dan menolehku..

"Apa maumu?" bentaknya garang.
"Emm... Itu...."
"Itu apa?"
"Tadi pagi kau meninggalkan note berjanji menraktirku minum, bisakah aku tagih janjimu sekarang?" tiba-tiba saja aku mendapat alasan,
Ia terdiam.... "Baiklah, aku juga butuh minuman saat ini..


***
Aku merasakan wajahku jengah.. entah beberapa botol yang sudah aku minum, baiknya kesadaranku masih tersisa separoh hingga aku masih dapat mencerna yang terjadi disekitarku. Ku Tatap pemilik mata indah itu, ia menyeruput minumnya tanpa membiarkan maskernya itu terbuka lepas. Ku condongkan badan kearahnya, menatapnya lamat-lamat.. Ia menyadari tingkahku, lalu menempeleng kepalaku menjauhinya.

"Kenapa kau selalu memakai masker?" tanyaku penasaran.
"Bukan urusanmu...."
"Ahjussi.. Eh mian, Oppa... aku yakin kau punya wajah yang saaangaat...sangaat tampan dibalik masker itu." aku mulai menyerocos dalam alam setengah sadarku itu.
"Jangan terlalu yakin..." ucapnya.
"Apa kau lebih tampan dari jaejoong JYJ? Ah tidak.... Tidak ada yang mengalahkan oppaku.. Hi..hi..."
"Jaejoong? si bangsat itu... "
"Aiishhh.... Oppa... Kalau kau berkata hal itu lagi,,aku bisa membunuhmu.!" aku memotong ucapannya, ku teguk botol minuman itu hingga habis. "Berikan padaku." Aku merampas botol minuman ditangannya dan meneguknya puas-puas.
"Yah.. Kau bisa mabuk." ujarnya.
"Aku memang ingin mabuk.... aku belum pernah menyentuh minuman seperti ini sebelum bertemu denganmu. ternyata tidak enak.." aku menjulurkan lidahku yang memanas akibat efek minuman itu. ia tertawa. "Kenapa kau masih minum?" tanyanya kemudian.

"Kenapa kau menyebut 'nya' bangsat?" tanyaku tanpa menghiraukan pertanyaannya tadi.
"nya siapa?"
"Uri oppa... Uri Jaejoong.... "Chajatda naesarang... naega chatdun saram" ku lantunkan syair lagu Found You yang dinyanyikan dengan irama sekenanya... aku akan bertemu dengannya 2 hari lagi, Hemhh... syalala.. aku senang sekali..."
"Bertemu?"
"Ne... aku sudaah beli tiket fanmeeting nya 2 hari lagi... Oppa.. Kau mau ikut tidak?^^"
"Ahh.. sayangnya kau tidak punya tiketnya..." keluhku... aku menjawab pertanyaan sendiri.
"Kalaupun ada aku tidak akan pergi."
"Waeyo?"
"Ia hanyalah seorang dengan jiwa kosong, bahkan meninggalkan sahabat yang mencintainya hanya demi kepentingannya sendiri."
"Anioo... Dia tidak seperti itu... uri oppa tidak seperti itu."
"Kau tahu apa?" ia meneguk minumnya lagi, cara minum yang aneh, menyingkapkan maskernya lalu menutupnya lagi setelah minum. Aku menatapnya dengan tajam.
"Oppa, apa kau benar-benar tidak ingin dikenali?" gumamku sendiri.
"Apa?" rupanya ia mendengar ucapanku, "Ahh.. Anioo... Siapa namamu?" aku mengalihkan pertanyaanku.
"Nama...? Siapa namamu...?" ia malah berbalik menanyaiku.
"Unique... U-n-i-q-u-e" aku mengeja nama sendiri. "Nama mu oppa?"
"Panggil saja aku Mr. J"
"Mr J? Arasso... Mr J oppa, kau tidak suka jaejoong?" Lagi-lagi aku mengalihkan pembicaraan menjadi jaejoong.
"Aku tidak tahu."
"Waeyo..? wae wae wae?"

Belum sempat ia menjawab... aku mendengar suara orang memanggil-manggil. sambil sempoyongan aku berjalan kearah suara itu... mendapati ahjussi yang tadi pergi berteriak memanggil seseorang. Aku menoleh kearah Mr. J yang menyusulku, ia tampak terperanjat. Ia melangkah pergi, seperti berusaha menghindar. tapi aku menahannya. Ia memberontak namun makin kuat aku memegangi lengannya. Ahjussi itu melihat kami dan berlari kearah kami, Mr. J seolah ketakutan "Lepaskan aku." katanya!
"Kau sebaiknya berbicara dengannya." kataku tetap memeganginya dengan kukuh.
"Aku bilang lepaskan....." "Lepaskan!!!" Tiba-tiba Ia menarik tangannya sekuat tenaga. Aku terpelanting jatuh. Aku merasa kepalaku seolah dihantam batu besar, rasanya seakan hendak pecah.

Mr J, ia berjongkok didekatku... tampak kecemasan dipelupuk matanya.. Mata itu.....

Semua bayangan memudar....
aku tak tahu lagi dimana aku berada...


Bersambung!

0 komentar:

Posting Komentar

Annyeonghaseyo^^


Silakan copy + paste konten-konten didalam blog ini, Tapi harap cantumkan nama / link blog ini didalam paste an nya ya.. Unique bakal makasih banget kalo nama / link dalam blog ini juga diikutsertakan dalam copy+pasteannya. Gomawoyo ^_^

Pengikut:

KPOP

ARCHIVE

Korean drama lovers. - Unique -. Diberdayakan oleh Blogger.